BeritaCirebon

Atasi Banjir Kota Cirebon, BBWS dan Pemkot akan Normalisasi Sungai

950
×

Atasi Banjir Kota Cirebon, BBWS dan Pemkot akan Normalisasi Sungai

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung akan lakukan normalisasi sungai di Kota Cirebon.

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro mengatakan, untuk mengurangi banjir di Kota Cirebon pihaknya akan normalisasi muara sungai dan anak sungai yang ada di Kota Cirebon.

“Insyaallah Mei akan kita mulai normalisasi, kita juga akan buat peta setiap ruas sungai yang ada di Kota Cirebon karena tidak hanya sekali dua kali saja yang harus dilakukan tapi mungkin memakan waktu satu sampai dua tahun,” katanya saat pertemuan dengan Wali Kota Cirebon, Kamis (10/4/2025).

Dirinya melanjutkan, sebagai solusi jangka menengah, pihaknya akan melakukan inventarisasi aset Pemkot Cirebon dan BBWS untuk dibuat menjadi kolam retensi.

“Karena Cirebon itu wilayahnya di hilir, yang menyebabkan Kota Cirebon mendapatkan kiriman banjir dari wilayah lain, solusinya yaitu membuat kolam retensi memanfaatkan aset Pemda dan BBWS,” lanjutnya.

Untuk bangunan liar di sempadan sungai sendiri, akan dilakukan penertiban bersama dengan Pemda dan akan dijadikan taman sungai.

“Nantinya akan kita tertibkan, masyarakat disitu bisa refreshing jika sudah dibuatkan taman sungai di sekitar situ, kita lakukan penertiban secara paralel yang penting aset alat berat bisa masuk,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, pihaknya sudah bersepakat dengan BBWS untuk melakukan normalisasi.

“Kita sepakat tadi prioritas itu di sungai Kedung pane, Sukalila, dan selanjutnya akan dilihat sungai yang bisa dimasukkan alat berat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, akan melakukan penertiban bangunan liar, dan akan merelokasi pedagang yang saat ini berjualan di pinggir sungai tersebut.

“Kita akan cari juga tempat untuk mereka berjualan yang lebih layak, minggu ini sampah dengan awal Mei akan ada rapatkan kembali, nanti juga akan tergusur sendiri karena kita juga butuh lahan untuk masuknya alat berat ke sungai,” jelasnya.***(Sakti)