CIREBON – Tim Kuasa Hukum Calon Ketua KONI Kota Cirebon Mohammad Handarujati Kalamullah, Reno Sukriano mempersilakan pihak yang merasa difitnah oleh pernyataannya terkait dugaan Walikota Cirebon cawe-cawe jelang Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Pemilihan Ketua KONI Kota Cirebon untuk menempuh jalur hukum. Hal tersebut diungkapkan Reno dalam merespon statmen jubir Walikota.
“Kalau merasa difitnah, silakan ada upaya hukum, nanti kan silakan lapor polisi, nanti kita akan tunjukkan bukti-bukti,” ucapnya, Sslasa (29/4/2025).
“Bukti ini tidak akan kami tunjukkan, tidak kami publish karenakan untuk kepentingan hukum,” imbuhnya didampingi rekan tim kuasa hukum lainnya, Cecep Suhardiman, Reno dan Jaka Permana.
Pihaknya mengapresiasi tanggapan dari juru bicara Walikota terkait apa yang disampaikan. “Persoalan (pertemuan walikota dengan sejumlah cabor) hanya silaturahmi, kenapa tidak diundang bersamaan (kedua calon ketua KONI) dan sampikan silakan berkompetisi secara sehat,” ujarnya.
Menurutnya, tim kuasa hukum Handarujati menyampaikan dugaan tersebut tentu ada bukti.
“Kalau mereka tidak terima dengan yang kami sampaikan, silakan tempuh jalur hukum,” kata Reno.
Sebelumnya, Juru bicara Walikota Cirebon, Agung Supirno merespon tegas tuduhan yang dilayangkan oleh kuasa hukum salah satu calon Ketua KONI dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) 2025, yang menyebut Walikota Cirebon, Effendi Edo, ikut campur dalam proses pemilihan tersebut.
Ia menilai tuduhan tersebut sangat tendensius dan mengarah pada fitnah yang mencemarkan nama baik Walikota.
“Pernyataan kuasa hukum itu sangat serius. Tuduhan tersebut tidak berdasar dan sudah masuk ke ranah fitnah terhadap Pak Walikota,” tegas Agung, Senin (29/4/2025).
Tudingan cawe-cawe ini mengacu pada pertemuan antara Walikota Cirebon dengan pengurus KONI serta sejumlah perwakilan pengurus cabang olahraga (Pengcab) yang digelar pada 19 April lalu di Rumah Dinas Walikota.
Agung membenarkan adanya pertemuan tersebut, namun pihaknya menegaskan acara itu merupakan ajang silaturahmi biasa atas permintaan dari para pengurus KONI dan Pengcab, tanpa adanya tekanan atau intervensi politik.
“Pak Walikota hanya menerima kunjungan mereka. Dalam pertemuan itu, beliau lebih banyak mendengar berbagai keluhan dari insan olahraga. Tidak ada intimidasi ataupun ancaman sebagaimana dituduhkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, kuasa hukum salah satu calon Ketua KONI dalam wawancaranya dengan media menuding Walikota memberi tekanan kepada sejumlah ASN dan pegawai Perumda yang memiliki hak suara di Musorkot, agar mendukung calon tertentu. Bahkan disebutkan adanya ancaman pencopotan jabatan bila tidak mengikuti arahan tersebut.
Merespons hal itu, Agung menantang kuasa hukum tersebut untuk membuktikan ucapannya secara terbuka.
“Kalau memang benar ada tekanan, tunjukkan siapa yang menyampaikannya. Jika tidak bisa dibuktikan, maka kami minta pernyataan itu dipertanggungjawabkan,” tegas Agung.
Ia menambahkan, Walikota Effendi Edo merupakan sosok yang terbuka dan siap menjalin komunikasi dengan semua pihak, termasuk seluruh calon Ketua KONI yang akan bertarung di Musorkot mendatang.
“Pak Walikota siap bersinergi dengan siapa pun yang terpilih, yang penting, semua pihak menjaga etika, membangun komunikasi yang baik, dan mengedepankan kepentingan olahraga Kota Cirebon,” tutup Agung.***











