CIREBON – Bus Rapid Transit (BRT) atau disebut Trans Cirebon sejak beroperasi pada tahun 2022 lalu, semakin diminati oleh masyarakat Kota Cirebon.
Hal tersebut diungkapkan Kabid Angkutan dan Multimoda Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Catur Wulan Anggraeni.
“BRT semakin diminati masyrakat, khususnya warga di wilayah selatan, karena BRT trayeknya melintasi wilayah Argasunya, Kecamatan Harjamukti,” ungkap Catur, Kamis (2/1/2025).
Dijelaskannya lebih lanjut, jumlah penumpang BRT setiap tahunnya mengalami peningkatan. Di tahun 2022 ada 11.892 penumpang, pada tahun 2023 ada 42.076 dan di tahun 2024 kemarin ada 76.640 penumpang.
“Jadi kalau ditotal, penumpang BRT sejak beroperasi awal pada tahun 2022 hingga tahun 2024 ada 130.428 penumpang,” jelasnya.
Catur menambahkan, meningkatnya jumlah penumpang tersebut, salah satu faktornya adalah, warga di wilayah Argasunya yang sebelumnya menggunakan angkutan umum D9. Namun, kini angkutan tersebut sangat jarang bahkan tak lagi beroperasi. Jadilah memilih BRT untuk menunjang aktivitasnya.
“Warga Argasunya sangat terbantu adanya BRT, setelah D9 itu tak beroperasi. BRT semakin diminati terbukti jumlah penumpangnya meningkat setiap tahunnya,” ucap Catur.***











