BeritaCirebon

Disnaker Ungkap Pekerja di Kota Cirebon Masih Butuh Pelatihan

920
×

Disnaker Ungkap Pekerja di Kota Cirebon Masih Butuh Pelatihan

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon mengungkapkan sumber daya manusia di Kota Cirebon masih perlu peningkatan skill.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon Agus Suherman mengatakan, memang para pekerja di Kota Cirebon membutuhkan pendampingan baik pelatihan dan juga lainnya.

“Memang perlu pendampingan, kita juga selalu melakukan pelatihan kerja dengan bekerjasama dengan lembaga pelatihan kerja,” katanya, Senin (28/7/2025).

Dirinya melanjutkan, selain melakukan pelatihan kerja, pihaknya juga mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan muatan lokal.

“Khususnya di SMA dan SMK itu memasukkan pelajaran keterampilan terkhususnya itu pelatihan bahasa agar mampu bersaing di dunia kerja,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, pada job fair yang diadakan pada tanggal 23 dan 24 lalu, terdapat 6.157 orang pelamar kerja secara online, dan offline ada 2.150 orang.

“Dengan lowongan kerja sebanyak 1.850 lowongan kerja, dari data yang kami dapat para pencari kerja berasal dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan juga di luar Jawa Barat,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya job fair dapat menyerap pekerja sekitar 50 sampai dengan 70 persen.

“Untuk prospek kerja disini memang paling banyak digital marketing maupun sales, karena Kota Cirebon memiliki karakteristik perdagangan dan jasa yang kuat,” paparnya.

Agus mengungkapkan, tingkat pengangguran di Kota Cirebon sendiri berdasarkan data yang dihimpun mengalami penurunan.

“Pada tahun 2024 lalu ada sekitar 7,66 persen tingkat pengangguran di Kota Cirebon, tapi untuk tahun ini turun menjadi 6,29 persen atau sekitar 12 ribu orang yang masih menjadi pengangguran, mudah-mudahan akan terus menurun,” ungkapnya.

Penurunan tersebut, juga dikarenakan faktor semakin banyaknya perusahaan yang masuk ke Kota Cirebon.

“Untuk jumlah perusahaan sampai saat ini ada sekitar 3.700 perusahaan, naik 100 perusahaan dari tahun 2024 sebanyak 3.600 perusahaan,” tutupnya.***(Sakti)