CIREBON – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon melakukan peninjauan terhadap tumpahan minyak goreng yang mencemari sungai.
Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cirebon, Teguh Wiyatno mengatakan minyak tersebut berasal dari truk minyak goreng yang terguling sehingga tumpahan minyaknya mengalir ke sungai di Kelurahan Argasunya.
“Setelah kita turun kelapangan, memang airnya sudah tercemar dengan tumpahan minyak goreng yang cukup banyak,” katanya, Jumat (25/4/2025).
Dirinya melanjutkan, tumpahan minyak goreng yang mencemari air tersebut memang sebagian sudah dibersihkan oleh masyarakat sekitar.
“Warga juga sempat memanfaatkan minyak tersebut untuk memasak, bahkan katanya akan dijual kepada penampung limbah,” lanjutnya.
Ia menuturkan, meskipun mencemari lingkungan tingkat pencemaran lingkungan tidak terlalu parah, dikarenakan minyak goreng tidak terlalu banyak mengandung bahan kimia maupun zat berbahaya.
“Kita akan koordinasi dengan tim internal maupun eksternal dan juga pengelola jalan tolnya juga untuk mencari solusi,” tuturnya.
Teguh mengungkapkan, kedatangannya juga sekaligus mengambil sampel air yang terkontaminasi untuk dilakukan uji lab.
“Uji lab sendiri untuk mengetahui tingkat pencemarannya berbahaya atau tidak, kalau untuk membersihkan saya rasa harus memakan kerja ekstra, mungkin harus disedot keluar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RW 04 Surapandan Udin Saprudin mengatakan, dari semalam masyarakat banyak yang memanfaatkan itu untuk memasak.
“Tapi memang saya mengingatkan walau bagaimanapun itu limbah barangkali ada zat-zat yang berbahaya jadi jangan diambil,” katanya.***(Sakti)











