BeritaCirebon

DPUTR Kota Cirebon Imbau Masyarakat tak Dirikan Bangunan di Bantaran Sungai

966
×

DPUTR Kota Cirebon Imbau Masyarakat tak Dirikan Bangunan di Bantaran Sungai

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) ungkapkan beberapa faktor terjadinya banjir beberapa waktu yang lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon Rachman Hidayat mengatakan, banjir tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi pada daerah Kabupaten Kuningan sekitar 300mm/hg.

“Air hujan tersebut terbawa melalui sungai wilayah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan sampai ke Kota Cirebon,” katanya, Selasa (21/1/2025).

Dirinya melanjutkan, selain faktor curah hujan yang ekstrem, banjir di Kota Cirebon juga dipengaruhi oleh perubahan tata guna lahan.

“Perumahan yang berada dipinggir sungai semakin banyak, sampah pada drainase semakin banyak, dan diperparah dengan sedimentasi yang sudah mulai tinggi,” lanjutnya.

Melihat hal tersebut, pihaknya tak tinggal diam dan berupaya melakukan perbaikan pada tanggul sungai dan kegiatan normalisasi sungai yang merupakan bagian dari tupoksi pemerintah kota.

“Tidak semua sungai menjadi kewenangan kami, tapi juga ada kewenangan BBWS untuk melakukan normalisasi, kita sudah koordinasi dengan BBWS untuk melakukan normalisasi sesuai dengan kewenangannya masing-masing,” jelasnya.

Selain peran serta pemerintah, Rachman juga meminta kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai, dan di drainase yang notabenenya tempat jalannya air.

“Kedepan perlu adanya penataan kembali jaringan drainase, dan pembangunan tampungan-tampungan air seperti kolam retensi di Kota Cirebon sebagai pengganti lahan yang dahulu berfungsi sebagai resapan air,” paparnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan liar di sekitar bantaran sungai karena sangat berbahaya bagi masyarakat sendiri.

“Pendirian bangunan di bantaran sungai juga dapat mempersulit kegiatan normalisasi sungai, karena akses alat berat akan tertutup oleh bangunan warga,” tutupnya.***(Sakti)