BeritaCirebon

FK UGJ Cirebon Kirim 10 Relawan Medis ke Tapanuli Tengah, Bantu Korban Banjir yang Terisolasi

904
×

FK UGJ Cirebon Kirim 10 Relawan Medis ke Tapanuli Tengah, Bantu Korban Banjir yang Terisolasi

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon resmi melepas Tim Relawan Tanggap Darurat Bencana untuk bertolak ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. 

Program ini merupakan bagian dari agenda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2025 dalam upaya pemulihan kesehatan pascabencana banjir.

Tim relawan dilepas langsung Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, M.M., M.Kes.,  Wakil Rektor IV UGJ, Dr Cita Dwi Rosita, M Pd dan civitas akademika UGJ.

Ketua Tim Relawan, Donny Nauphar menjelaskan, tim yang terdiri dari 10 personel ini akan diterjunkan ke Desa Tuka, Kecamatan Tuka. 

Wilayah ini dipilih karena merupakan daerah paling terdampak dengan akses pelayanan kesehatan yang sempat putus total.

“Di sana terdapat sekitar 15.000 warga terdampak. Meski RSUD sudah mulai beroperasi, tiga Puskesmas di wilayah tersebut masih lumpuh. Saat ini, warga mulai terserang berbagai penyakit seperti gatal-gatal, infeksi saluran pernapasan, demam, dan diare,” ujar dr. Donny.

Tim relawan ini memiliki komposisi tenaga ahli yang lengkap,  meliputi 3 Dokter, antara lain dr. Tiar, dr. Yuke, dan dr. Ajmal. Tenaga medis ada 1 Apoteker (Ibu Sri Marvowati), 1 Perawat (Ibu Trias), dan 1 Analis (Bapak Rudi) dan mahasiswa 3 orang (Rafi, Agi, dan Akbar).

“Kami membawa 400 Kilogram Logistik Bantuan Selain tenaga medis, tim FK UGJ juga membawa logistik sebanyak 400 kg yang meliputi, 200 kg Obat-obatan dan alat kesehatan, fokus pada pengobatan penyakit pascabanjir,” jelasnya.

Menurut Donny, tim akan bertugas mulai 22 hingga 28 Desember 2024, berkolaborasi dengan posko dari FK USU, FK Udayana, dan Ibnu Foundation.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FK UGJ Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana,M.Med.Ed., menyatakan kebanggaannya atas keberangkatan tim ini. Menurutnya, proses pengajuan proposal hingga persetujuan dari kementerian berlangsung sangat cepat, yakni hanya dalam waktu tiga hari.

“Kami sangat mengapresiasi Kemendiktisaintek yang sangat fast response. Meskipun persiapannya sangat mepet, tim bekerja dengan luar biasa cepat dalam menghimpun logistik dan obat-obatan,” kata dr. Catur.

Ia juga menambahkan bahwa dana bantuan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga hasil penggalangan dana dari civitas akademika FK UGJ, universitas, yayasan, serta organisasi mitra lainnya.

Persiapan Menuju Tahap Pemulihan Total

Kehadiran tim medis ini merupakan tahap kedua (pemulihan layanan kesehatan). Laporan dari tim ini nantinya akan menjadi dasar untuk penerjunan Tahap 3 pada Januari mendatang, yang akan melibatkan lintas disiplin ilmu.

“Pada tahap ketiga nanti, kemungkinan besar bukan hanya tenaga kesehatan yang turun. Jika ada jembatan atau sekolah yang rusak, Fakultas Teknik atau fakultas lain di UGJ bisa ikut dikerahkan untuk membantu pemulihan infrastruktur secara total,” pungkas dr. Donny.

Rektor UGJ Cirebon menegaskan pengiriman relawan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Selama menjalankan misi, seluruh relawan diingatkan untuk mengutamakan keselamatan diri dan tim, serta bekerja secara profesional sesuai standar penanganan bencana.

“Ini adalah misi kemanusiaan sekaligus bentuk nyata pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi. Kami ingin UGJ hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Faqih.

Selain pelayanan medis, tim relawan juga bertugas mendistribusikan bantuan kemanusiaan yang bersumber dari donasi civitas akademika UGJ Cirebon dengan total nilai mencapai Rp400 juta.

Ia menambahkan, seluruh relawan diharapkan dapat membawa nama baik UGJ dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan nilai kemanusiaan selama bertugas di lapangan.

“Relawan yang berangkat membawa nama institusi. Bekerjalah dengan profesional, penuh empati, dan tetap mengedepankan keselamatan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua YPSGJ mengatakan, memberikan tiga pesan kunci kepada tim yang dipimpin oleh Donny tersebut, dimana, meluruskan niat. Prof. Mukarto meminta relawan meluruskan niat semata-mata untuk pengabdian agar tugas tidak menjadi beban.

“Bersyukurlah karena kita berada di posisi yang menolong, bukan yang ditolong,” tegasnya.

Disampaikannya lebih lanjut, dengan menggunakan dana hibah APBN, Mukarto mengingatkan agar pertanggungjawaban dana dan barang pada program ini dilakukan secara rapi dan transparan.

Wilayah Tapanuli Tengah menjadi fokus utama karena dampak banjir dan longsor yang masif mengakibatkan kerusakan fasilitas kesehatan.

UGJ tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga responsif dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap tantangan bangsa di penghujung tahun 2025.***