Scroll untuk baca artikel
BeritaCirebon

Kasus Cacar Monyet di Kota Cirebon, Seorang Warga Terpapar

284
×

Kasus Cacar Monyet di Kota Cirebon, Seorang Warga Terpapar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi cacar monyet. Foto: Pixabay

CIREBON – Satu kasus cacar monyet atau monkeypox terkonfirmasi di Kota Cirebon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria mengatakan, satu pasien terkonfirmasi positif tersebut dijangkit oleh laki-laki berusia dewasa.

“Kami usahakan agar dilakukan diisolasi di Rumah Sakit Gunung Jati dan juga kami sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya melalui sambungan telepon, Kamis (9/11/2023).

Siti Maria menjelaskan, tanggal 1 November 2023 lalu, pihaknya mendapatkan laporan ada warga Kota Cirebon yang gejalanya memang mendukung ke arah probable cacar monyet.

“Kita langsung turunkan tim surveilans satu jam kemudian melakukan pemeriksaan awal dengan melakukan pemeriksaan swab terhadap mulut hidung, nasofaring, dan luka cacar nya tersebut dan melakukan pemeriksaan juga terhadap anggota keluarga,” lanjutnya.

Ia menuturkan, hasil swab tersebut dikirim ke laboratorium di Jakarta dan dua hari yang lalu mendapatkan hasil dan hasilnya terkonfirmasi positif.

“Pasien tidak langsung bergejala, tapi seminggu kemudian baru mengalami gejala seperti demam, sakit kepala dan nyeri otot, disertai dengan tanda kemerahan di kulit dan seperti cacar, lama kelamaan berisi nanah, dan itu seluruh tubuh,” tuturnya.

Selain gejala tersebut, penyakit cacar monyet sendiri memiliki gejala termasuk pembengkakan kelenjar getah bening.

“Kita juga sudah melakukan tracing kepada keluarga dan kontak erat dengan pasie,” kata Siti Maria.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kota Cirebon untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, terutama dari hubungan seksual sejenis dan lawan jenis dan bisa dari ibu ke anaknya.

“Karena paling tinggi tingkat penularannya adalah hubungan seksual sesama jenis, dan urutan kedua adalah biseksual, dan dari istri kepada janin yang dikandungnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan RS Gunung Jati, Toat Maruf membenarkan ada satu pasien yang terkonfirmasi positif yang dirawat di RS Gunung Jati.

“Semalam masuk RS Gunung Jati,” singkatnya.*(Sakti)

TiketFest