CIREBON – Kelompok pengajian Al Hidayah bersama dengan Keraton Kacirebonan mengadakan ngaji sejarah yang dilakukan di Masjid Merah Panjunan Kota Cirebon.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta sendiri diperkenalkan asal usul Cirebon secara singkat dan keturunan di Cirebon secara singkat.
Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat mengatakan, ngaji sejarah tersebut sangat strategis pada era saat ini yang sangat modern.
“Ini sangat bagus untuk memperkenalkan wawasan sejarah masa lalu, kita wajib mengenal sejarah, terlebih untuk generasi muda saat ini jangan sampai tidak mengenal sejarah,” katanya, Minggu (29/6/2025).
Ia menilai, dengan mengenal sejarah akan memperkuat jati diri bangsa, dan bisa membangun karakter bangsa yang baik.
“Saya juga berharap ngaji sejarah ini tidak hanya dilakukan kepada ibu-ibu saja akan tetapi anak-anak muda, bisa diedukasi kepada setiap sekolah, karena ini penting, banyak anak muda yang belum mengetahui sejarah Cirebon,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kajian Al Hidayah Kecamatan Kesambi, Uum Nuraeni mengatakan, dengan adanya kajian ini menambah ilmu dari ibu-ibu terutama di jamaah Al Hidayah.
“Kebetulan masjid ini juga merupakan salah satu masjid yang bersejarah di Kota Cirebon, ditambah ngaji sejarah yang bisa memberikan pengetahuan terhadap sejarah Kota Cirebon,” jelasnya.
Ditempat yang sama, salah satu tokoh masyarakat, Isnain mengatakan, ngaji sejarah menjadi momentum yang baik di tahun baru Islam.
“Ini juga dalam rangkaian hari jadi Cirebon mengingat sejarah Cirebon yang susah berdiri selama 598 tahun lamanya,” tutupnya.***(Sakti)











