Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Kinerja Investasi Ciayumajakuning Tertahan Pemilu, Investor Cenderung Wait and See

193
×

Kinerja Investasi Ciayumajakuning Tertahan Pemilu, Investor Cenderung Wait and See

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay

CIREBON– Bank Indonesia Perwakilan Cirebon memprediksi, kinerja investasi di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) pada 2024 akan tertahan karena adanya pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Hestu Wibowo menyebutkan, pada 2024 nanti para investor cenderung bakal menahan untuk menanamkan uang di wilayah Ciayumajakuning.

“Mereka (investor) akan bersikap wait and see untuk 2024. Kuncinya ada di masing-masing pemerintah daerah,” kata Hestu beberapa waktu lalu.

Perwakilan Bank Indonesia Cirebon mendorong pemerintah daerah di Ciayumajakuning meningkatkan realisasi investasi.

Dalam upaya meningkatkan realisasi investasi ini pemerintah daerah harus meningkatkan daya saing dengan memberikan kemudahan perizinan bagi investor.

“Pemerintah daerah juga harus memberikan bantuan teknologi dan mendukung kebijakan dengan memperhatikan kinerja usaha dan daya beli pekerja. Intinya, pemerintah daerah harus mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif,” kata Hestu.

Saat ini, realisasi investasi Ciayumajakuning masih didominasi oleh industri pertambangan dan industri pengolahan.

Merosotnya nilai investasi akibat lamanya proses pengurusan izin lingkungan atau analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan persetujuan bangunan gedung (PBG).

“Kendala perizinan dan ketersediaan lahan menahan realisasi investasi Ciayumajakuning,” kata Hestu.*(Haqi)

TiketFest