Cirebon

Lewat “Sapa Warga” di Kebon Pelok, Pemkot Cirebon Buka Ruang Dialog dan Layanan Publik

1409
×

Lewat “Sapa Warga” di Kebon Pelok, Pemkot Cirebon Buka Ruang Dialog dan Layanan Publik

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok. Beni Agus/Setda Kota Cirebon
Foto: Dok. Beni Agus/Setda Kota Cirebon

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon kembali mendekatkan diri dengan masyarakat melalui program “Sapa Warga” yang kali ini digelar di Lapangan Kebon Pelok, Kecamatan Harjamukti, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Effendi Edo bersama Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, jajaran perangkat daerah, serta ratusan warga.

Berbagai layanan publik gratis tersedia, mulai dari pemeriksaan kesehatan, administrasi kependudukan, layanan perbankan, donor darah, hingga Gerakan Pangan Murah yang menawarkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemkot juga menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk meningkatkan perlindungan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Mengawali kegiatan, Wali Kota mengajak seluruh peserta mendoakan Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal akibat tertabrak kendaraan taktis Brimob saat kericuhan unjuk rasa di depan Gedung DPR. Ia mengimbau warga tetap menjaga ketenangan dan kondusivitas di tengah situasi aksi demonstrasi.

“Pemerintah menghargai aspirasi masyarakat. Mari kita sampaikan dengan cara-cara damai dan mencari solusi bersama demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Wali Kota juga berdialog langsung dengan warga yang menyampaikan beragam keluhan, mulai dari infrastruktur jalan, saluran air, penanganan banjir, limbah, hingga permintaan fasilitas umum tambahan. Ia meminta perangkat daerah segera menindaklanjuti setiap aspirasi.

“Kami akan mengkaji setiap masukan secara seksama. Prinsipnya, setiap kebijakan Pemkot Cirebon berpihak pada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup bersama,” tegasnya.

Dengan model “Sapa Warga” ini, Pemkot Cirebon tak hanya menghadirkan layanan publik secara langsung, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat, memperkuat komitmen menjaga stabilitas sosial, dan memastikan kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan warga.***