CIREBON – Warga RW 01 Pesisir Selatan melakukan aksi unjuk rasa (unras) di depan Pelabuhan Cirebon, Senin (15/7/2024).
Aksi demonstrasi tersebut dilakukan dikarenakan masih adanya stockpile batu bara milik PT TJSE.
Ketua RW 01 Pesisir Selatan, Sugiarto mengaku merasa kecewa dikarenakan stockpile dari PT TJSE masih beroperasi sampai saat ini.
“Dari kecamatan mediasinya sudah jelas kontrak tersebut berakhir pada bulan April tahun 2024 ini,” katanya.
Dirinya melanjutkan, berdasarkan hasil mediasi, warga RW 01 tetap menginginkan PT TJSE ditutup.
“Tadi hasilnya kita tidak sepakat, kita menginginkan stockpile tersebut ditutup, masa ada kontrak baru lagi sampai tahun 2025,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, perjanjian kerjasama PT TJSE sampai tahun 2025 tersebut tidak melibatkan warga yang terdampak polusi batubara.
“Kita akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi dan akan menutup akses keluar masuk dari truk batubara,” ungkapnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat M. Jamal mengatakan, permasalahan tersebut berawal dari tahun 2002 kementerian menutup stockpile batubara.
“Kemudian pada tahun 2016 kembali dibuka oleh Walikota dengan syarat tidak boleh ada stockpile lagi,” katanya.
Ia mengungkapkan, tiba-tiba pada tahun 2023 muncul kembali stockpile milik PT TJSE dan warga kembali terdampak debu batu bara.
“Kami terus menegur, terdapat oknum yang menyebut warga menyetujui dibangunnya stockpile yang ada di Pelabuhan Cirebon,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, terdapat kesepakatan dengan PT TJSE stockpile tersebut akan berhenti pada tanggal 24 April 2024 lalu, namun kondisi dilapangan semua dilanggar.
“Tidak ada lagi solusi lain terkecuali stockpile tersebut, kalaupun kontrak tersebut sampai 2025 kenapa tidak bilang sejak awal, tadinya sudah kosong tapi diisi kembali,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, akses pelabuhan sempat lumpuh beberapa jam karena ditutup massa aksi unras.*** (Sakti)











