BeritaCirebon

Normalisasi Sungai Cikalong, Upaya Pencegahan Banjir Wilayah Perum dan Sekitarnya

985
×

Normalisasi Sungai Cikalong, Upaya Pencegahan Banjir Wilayah Perum dan Sekitarnya

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Walikota Cirebon bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melakukan normalisasi Sungai Cikalong.

Walikota Cirebon, Effendi Edo mengatakan, Sungai Cikalong sendiri akan diperlebar dan juga diperdalam.

“Memang ini dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir yang sering terjadi di daerah Perum dan juga Kalijaga,” katanya, Senin (5/5/2025).

Dirinya menuturkan, kedepannya pihaknya bersama BBWS akan melakukan kembali melakukan pelebaran dan pengerukan sungai Cikalong.

“Nanti kita memperlebar, ini dari batas jembatan Rinjani sampai ke muara kurang lebih satu kilometer, dan dari Rinjani sampai ke Ciremai Raya kurang lebih satu kilometer yang akan dilebarkan dan didalamkan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, normalisasi tersebut melibatkan dua alat berat kerjasama antara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon dan juga BBWS Cimanuk Cisanggarung.

“Kita juga berterimakasih kepada BBWS sudah bekerjasama dengan kami untuk melakukan normalisasi di beberapa sungai yang ada di Kota Cirebon,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro mengatakan, terdapat dua lokus normalisasi terutama di Kota Cirebon yaitu di muara sungai dan juga disungainya langsung.

“Kita sudah melakukan normalisasi dibeberapa muara sungai di Kota Cirebon dan sekarang kita langsung turun ke sungai Cikalong untuk dilakukan normalisasi,” katanya.

Proses pengerjaan normalisasi sungai Cikalong tersebut memakan waktu satu bulan dan sudah dimulai dari 30 April 2025 lalu.

“Jadi memang kita pernah melakukan normalisasi disini tapi pada tahun 2019 lalu, memang sungai itu idealnya paling lama 5 tahun harus dilakukan normalisasi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, untuk sungai Cikalong sendiri faktor utama penyempitan yaitu tumbuh banyak rumput liar di tampang sungai.

“Jadi disini airnya itu lambat mengalirnya karena banyaknya tanaman jadi berputar ke daerah kota dan drainasenya tidak bisa menampung dan terjadilah banjir,” ungkapnya.***(Sakti)