Scroll untuk baca artikel
Berita

Pelajar Asal Dukupuntang Cirebon Tewas Diduga usai Pesta Miras Oplosan

224
×

Pelajar Asal Dukupuntang Cirebon Tewas Diduga usai Pesta Miras Oplosan

Sebarkan artikel ini
Makam pelajar inisial R yang tewas usai menggak miras oplosan, Selasa (12/12/2023). Foto: Dialog/Sarrah

CIREBON– Diduga usai pesta minuman keras (miras) oplosan seorang pelajar SMP tewas usai dilarikan ke rumah sakit terdekat, Senin (11/12/2023).

Diketahui identitas pelajar SMP yang tewas tersebut seorang laki-laki berinisial R (15) asal Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Mandor Polisi Desa Cikalahang Jaji Suraji memaparkan kronologis singkat bermula pada hari Sabtu malam Minggu (9/12/2023) terdapat anak-anak muda di bawah umur yang berkumpul di sekitaran lapangan sepak bola.

“Kronologis pada hari sabtu malam minggu sekitar pukul 20.30 WIB dapat laporan ada kumpulan anak-anak di lapangan bola desa dukupuntung yang kebetulan pada saat itu ada sebuah kegiatan pasar malam,” katanya, saat ditemui di Desa Cikalahang, Selasa (12/12/2023).

Dalam kumpulan anak-anak tersebut, kata Janji, terdapat 9 orang anak yang seluruhnya masih di bawah umur.

“9 orang itu berkumpul dan melakukan pesta miras dengan adanya campuran suplemen dan alkohol karena terdapat barang bukti di lokasi,” paparnya.

Dari 9 orang, lanjutnya, ada 8 orang yang melakukan pesta miras.

“Nah kemudian, terdapat 2 orang yang dibawa ke rumah sakit pada hari minggu selepas maghrib,” ujarnya.

“Tapi, karena waktu itu orang tua dari R sedang tidak ada berada ke rumah akhirnya dibawa ke rumah sakit Mitra Plumbon begitupun dengan anak lainnya berinisial D (15),” ucapnya.

Dari dua anak yang di bawa ke rumah sakit satu orang dinyatakan meninggal dunia pada senin pukul 12.00 WIB dan satu orang lainnya dalam kondisi pemulihan di rumah sakit.

“Kemudian pada saat ditemukan informasi terkait kabar meninggal akibat miras oplosan kemudian, pihak kepolisian melakukan penyelidikan ke rumah korban yang kemudian mendatangi lokasi penjual miras oplosan di Kecamatan Palimanan,” ujarnya.

Adapun keluhan yang dirasakan korban di antaranya mual-mual dengan kondisi perut yang panas.

“Jadi korban R sebelum meninggal sempat mual dan merasakan panas perut,” tambahnya.

Setelah pelaku diringkus, jenazah korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Losarang, Indramayu untuk autopsi kemudian dipulangkan dan dimakamkan sekira pukul 03.00 pagi tadi.

“Sudah ketangkep, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Losarang buat autopsi terus baru dikubur tadi pagi jam 3,” tuturnya.

Adapun saksi dan korban seluruhnya masih menempuh pendidikan SMP kelas 2 dan 3.***(sarrah).

TiketFest