Scroll untuk baca artikel
BeritaCirebon

Pelaku Pembunuhan IRT di Cirebon Berhasil Dibekuk Polisi Kurang dari 36 Jam di Jaktim

421
×

Pelaku Pembunuhan IRT di Cirebon Berhasil Dibekuk Polisi Kurang dari 36 Jam di Jaktim

Sebarkan artikel ini
Pelaku pembunuhan IRT di Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon inisial OS (47) saat press rilis di Mapolresta Cirebon, Selasa (28/11/2023). Foto: Dialog/Sarrah

CIREBON– Pelaku pembunuhan IRT di Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon berhasil dibekuk polisi kurang dari 36 jam.

Pelaku inisial OS (47) mantan suami siri korban Rasni (37), berhasil dibekuk di Jakarta Timur (Jaktim), Senin (27/11/2023) tadi malam sekira pukul 9 malam.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman mengatakan, pelaku inisial OS (48) berhasil dibekuk usai melakukan pendalaman dari keterangan saksi dan olah TKP.

“Setelah pendalaman pelaku OS yang juga merupakan penjual angkringan berhasil dibekuk di Jakarta Timur,” katanya, Selasa (28/11/2023).

Arif memaparkan kronologi singkat kejadian bermula dari Sabtu (25/11/2023) malam pelaku yang juga merupakan mantan suami siri mendengar kabar korban disambangi seorang pria.

“Pelaku di malam minggu pelaku mendengar informasi korban didatangi laki-laki, sehingga karena hal itu setelah berjualan pelaku ke rumah korban dan sempat membujuk korban untuk rujuk,” jelasnya.

Tapi, lanjut Arif, korban justru berteriak kemudian pelaku melakukan penusukan terhadap korban.

“Jadi pelaku sudah menyiapkan pisau dapur tersebut dan dibawanya dari tempat jualan, kemudian karena bujukan tidak berhasil pelaku mencabut pisau yang sudah dibawa dan dipersiapkan di pinggang yang dibungkus kertas kemudian dihujamkam kepada korban,” ungkapnya.

Tak lama setelah tindakan keji tersebut, jelas Arif, pelaku melarikan diri ke arah ladang sekitar rumah korban meninggalkan seluruh barang bukti.

“Jadi pelaku kabur ke ladang meninggalkan sepeda motor dan barang bukti motor,” ucapnya.

Hanya berbekal uang seadanya dan alat komunikasi handphone pelaku sempat singgah di Bekasi kemudian Jakarta Timur.

“Singgah di bekasi, lalu ke Jakarta timur dan ditangkap di Jakarta Timur itu,” ungkapnya.

Miliki motif cemburu, pelaku menghujani banyak luka pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan visum maupun autopsi yang dilakukan RS Bhayangkara Losarang, Indramayu ada 9 luka tusukan yang ada di area dada korban termasuk ada 11 luka robek dan sayatan baik sekujur tangan, pergelangan, maupun di area-area lengan korban,” paparnya.

Adapun penyebab kematian korban yakni luka tusukan vital yang mengenai jantung korban.

“Korban meninggal seketika karena adanya tusukan yang mengenai jantung daripada korban,” ujarnya.

Seluruh barang butki yang diamankan petugas diantaranya 1 buah motor pelaku, 1 buah pisau dapur milik pelaku, dan dua buah handphone.

Sementara itu pelaku OS mengaku, dirinya ingin meminta rujuk dengan korban, tetapi dikarenakan korban menolak secraa tegas dirinya naik pitam hingga akhirnya memilih membunuh korban.

“Pengen rujuk,” ucap pelaku.

Ia juga mengaku cukup panik sesaat setelah kejadian tersebut hingga meninggalkan kendaraan yang dibawanya.

“Ya ngga tau buru-buru,” tuturnya.

Akibat dari tindakan tersebut pelaku dijerat hukuman Pasal 344 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara.***(Sarrah)

TiketFest