Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Pembiayaan Tepat BTPN Syariah, dengan Ngariung Perekonomian Naik Status Silaturahmi tak Putus

527
×

Pembiayaan Tepat BTPN Syariah, dengan Ngariung Perekonomian Naik Status Silaturahmi tak Putus

Sebarkan artikel ini
Ngariung nasabah BTPN Syariah di Pangalengan Bandung. Dok:Dialog/Hasan

BANDUNG– Perempuan yang berani Berusaha, Disiplin, Kerja keras, dan Saling membantu (BDKS) menjadi titik awal terciptanya lingkungan yang berkembang dan maju di segala sektor. Khususnya, menunjangnya jalannya perekonomian yang baik.

Mendukung itu, PT Bank BTPN Syariah Tbk membuka akses perempuan pra sejahtera untuk menjadi produktif. Program ini dijalankan di seluruh cabang tak terkecuali di Kabupaten Bandung.

Salah seorang nasabah program Tepat Pembiayaan Syariah Bank BTPN Syariah, Tini Rostini mengungkapkan, ia menjadi nasabah sejak awal BTPN Syariah menawarkan pembiayaan, saat itu ia mengambil program Tepat Pembiayaan sejumlah Rp 2 juta.

“Dulu awal saya pinjam Rp 2 juta, untuk membeli bibit kentang dan saat ini saya ambil Rp 7 juta,” kata ibu berusia 61 tahun tersebut.

Jumlah tersebut, ia gunakan untuk usahanya di dunia pariwisata yakni menyediakan catering pada wisata rafting di Desa Pulosari Kecamatan Pangalangen, Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah dengan program ini saya sangat terbantu, proses dan syaratnya sangat mudah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Jawa Barat BTPN Syariah, Andi Setio mengatakan, tidak hanya memberikan akses keuangan dan modal usaha, Tepat Pembiayaan Syariah juga mengupayakan pemberdayaan melalui pelatihan dan Pendampingan yang berkala dibidang pengetahuan keuangan, kewirausahaan dan kesehatan.

“Pembiayaan ini diberikan sebagai modal usaha khusus kepada ibu-ibu prasejahtera yang ada di pedesaan atau pinggiran kota di berbagai daerah di Indonesia untuk memulai usaha atau meningkatkan usaha mikronya,” jelasnya.

Menurut Andi dengan pola ngariung, ibu-ibu yang mengikuti program tersebut sangat antusias datang setiap dua pekan sekali.

“Dua pekan sekali kami ngariung (kumpul-kumpul), ibu-ibu semangat hadir, mereka saling mengingatkan dan memberi semangat satu sama lain,” ungkapnya.*

TiketFest