BeritaCirebon

Ramaikan Grebeg Maulid di Keraton Kasepuhan, Wargi Jati Beri Ruang Sanggar Tampilkan Kesenian 

1029
×

Ramaikan Grebeg Maulid di Keraton Kasepuhan, Wargi Jati Beri Ruang Sanggar Tampilkan Kesenian 

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Semarak Grebeg Maulid di Keraton Kasepuhan Cirebon tahun ini semakin meriah dengan hadirnya berbagai penampilan seni tradisional di Taman Giyanti, Kompleks Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Senin – Jumat (1-5/9/2025). 

Komunitas Wargi Jati memberi ruang kepada sejumlah sanggar seni untuk menampilkan kesenian khas Cirebon, mulai dari tari topeng, tari tradisional lainnya, hingga atraksi tradisi daerah.

Ketua Wargi Jati, H Sulama Hadi mengatakan, pihaknya di Maulid tahun ini memulai libatkan sanggar-sanggar seni dalam momentum kebudayaan. Hal ini dilakukan sebagai upaya melestarikan warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan budaya Cirebon kepada generasi muda.

“Di momentum Grebeg Maulid, kami ingin menegaskan bahwa kesenian Cirebon tetap hidup dan berkembang. Ruang yang kami sediakan bagi sanggar ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap para pelaku seni,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat. Warga pun berdatangan ke Taman Giyanti area Keraton Kasepuhan untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan. Tidak sedikit pula wisatawan dari luar kota yang turut hadir menikmati suguhan budaya.

Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) adalah Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat menyatakan, Grebeg Maulid di Keraton Kasepuhan Cirebon memang dikenal sebagai salah satu agenda budaya dan religi terbesar di Kota Wali. 

“Nah, di tahun ini ada inisiasi dari Wargi Jati untuk menghadirkan pentas kesenian, sebagai wadah sanggar-sanggar seni menampilkan. Tidak lain untuk pelestarian budaya,” ungkap Alexandra. 

Ia mengungkapkan, khadiran Wargi Jati yang memberi ruang bagi sanggar seni semakin memperkaya rangkaian acara, sekaligus memperkuat identitas Cirebon sebagai kota berbudaya.

“Harapannya, seni budaya khususnya Cirebon, terus dijaga dan dilestarikan bagi generasi ke generasinya, karena budaya lah jati diri bangsa, mari lestarikan seni dan budaya,” ungkapnya.***