Scroll untuk baca artikel
Cirebon

UGJ Cirebon Dorong Alumni Miliki Sertifikasi Kompetensi Pekerjaan

218
×

UGJ Cirebon Dorong Alumni Miliki Sertifikasi Kompetensi Pekerjaan

Sebarkan artikel ini
Penyerahan skema LSP UGJ kepada perwakilan BNSP di Gedung Fakultas Kedokteran UGJ, Senin (8/1/2024). Foto: Dialog/Sakti

CIREBON – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon mengadakan penyerahan skema lembaga sertifikasi profesi di Gedung Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon.

Prof. Dr. Hj. Ir. Achmad Faqih Sp., MM., mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari Dies Natalis ke-63 UGJ Cirebon.

“Ini merupakan sebuah momentum yang tepat dimana saat ini kita dituntut memiliki alumni dengan kompetensi yang tinggi dan bisa diterima dalam dunia kerja,” katanya, Senin (8/1/2024).

Dirinya melanjutkan, ke depan pihaknya lebih berfokus untuk membiasakan lulusan yang memiliki kompetensi pada bidangnya masing-masing.

“Sehingga nantinya lulusan UGJ tidak hanya menerima ijazah kampus saja akan tetapi sertifikasi kompetensi juga,” lanjutnya.

Ia menuturkan, dorongan sertifikasi kompetensi tersebut juga dapat berlaku tidak hanya pada skala nasional saja, akan tetapi skala internasional juga.

“Dengan demikian UGJ ini sudah menjadi tataran perguruan tinggi yang bersertifikasi untuk menghasilkan sertifikasi kompetensi yang dapat dihasilkan,” tuturnya.

Rektor menjelaskan, pihaknya memiliki skema pada tatanan pertama, kedepannya akan ditingkatkan kembali.

“Minimal kedepannya satu program studi satu skema, nantinya seluruh program studi punya satu LSP,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Prof. Dr. Amilin, S.E.Ak., M.Si., CA., QIA., BKP., CRMP mengatakan, kegiatan ini dapat dijadikan contoh untuk perguruan tinggi lainnya.

“Ini adalah komitmen seorang pimpinan perguruan tinggi yang bisa dicontoh bagi perguruan tinggi lainnya,” katanya.

Ia menilai, kemajuan sebuah perguruan tinggi maupun institusi faktor kuncinya adalah top leadernya.

“Ketika seorang top leader punya visi yang visioner pasti yang lainnya akan mengikuti,” lanjutnya.

Dirinya mengungkapkan, jumlah perguruan tinggi yang memiliki LSP sendiri di Indonesia hanya 5 sampai 10 persen saja.

“Kita mendorong supaya secepatnya LSP yang ada disini bisa mendapatkan lisensi dan juga dapat beroperasi secepatnya,” ungkapnya.*(Sakti)

TiketFest