Scroll untuk baca artikel
Berita

Alami Penurunan, Pemkot Cirebon Optimistis Bisa Zero Stunting

161
×

Alami Penurunan, Pemkot Cirebon Optimistis Bisa Zero Stunting

Sebarkan artikel ini
Pembagian makanan bergizi yang guna menurunkan angka stunting di Gedung Andalus, Kamis (30/11/2023). Foto: Dialog/Sakti

CIREBON – Stunting menjadi masalah yang serius ditangani oleh Pemerintah Kota Cirebon.

Penurunan stunting sendiri memang diincar oleh Pemkot Cirebon guna mendapatkan bonus demografi tersendiri bagi Kota Cirebon.

Plt Wali Kota Cirebon, Eti Herawati mengatakan, anak-anak memang menjadi bonus demografi yang harus dipersiapkan oleh pemerintah.

“Angka stunting sendiri sebelumnya ada 30,6 persen dan saat ini turun menjadi 17 persen itu peran serta seluruh stakeholder,” katanya, Kamis (30/11/2023).

Dirinya melanjutkan, Pemkot Cirebon tentunya selalu mensosialisasikan kepada masyarakat melalui program ABCDE.

“Kita harus selalu gencarkan sosialisasi bagi remaja untuk minum penambah darah, dan keteraturan kunjungan ibu hamil juga harus disosialisasikan,” lanjutnya.

Masih katanya, kewajiban datang kepada posyandu juga harus digalakkan, dan juga asi eksklusif harus disosialisasikan kepada masyarakat.

“Masyarakat sendiri harus mendapatkan program ABCDE ini, ini demi mewujudkan Kota Cirebon Zero stunting dan siap menghadapi Indonesia emas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria mengatakan, untuk angka dari hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) belum keluar.

“Untuk hasil SSGI memang belum keluar, akan tetapi kita mendapatkan data dari penimbangan yang ada di posyandu muncul angka penurunan stunting, dan saat ini ada di 11,25 persen, mudah-mudahan itu sesuai dengan SSGI,” katanya.

Ia mengungkapkan, penurunan paling tinggi terjadi di Kelurahan Kejaksan Kota Cirebon.

“Paling bagus sendiri penurunan ada di Kelurahan Kejaksan, jadi ini kita terus galakkan untuk mengurangi kasus stunting,” tutupnya. *(Sakti)

TiketFest