Scroll untuk baca artikel
BeritaCirebon

Siswa SMA Negeri 8 Cirebon Raih Emas Pada Cabor Gulat Tingkat Provinsi

3256
×

Siswa SMA Negeri 8 Cirebon Raih Emas Pada Cabor Gulat Tingkat Provinsi

Sebarkan artikel ini
Siswa SMA Negeri 8 Kota Cirebon raih emas pada Porda Jawa Barat. Foto: Dialog Indonesia/Sakti

CIREBON – Siswa SMA Negeri 8 Kota Cirebon meraih emas pada cabang olahraga gulat pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat. Prestasi tersebut ditorehkan oleh Ibnu Salim dari kelas 12 IPA 4.

Ibnu Salim meraih emas Porda Jawa Barat usai mengalahkan Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Bekasi pada cabang olahraga gulat putra kelas 71 kilogram.

Ibnu mengatakan, dia mengikuti gulat sejak SMP, namun sempat berhenti pada saat pandemi covid-19 melanda.

“Sempat berhenti karena covid, namun saya kembali berlatih dan alhamdulillah bisa menyumbangkan emas,” katanya, Selasa (10/10/2023).

Dirinya melanjutkan, mengikuti latihan selama 5 hari dalam satu minggu setelah pulang sekolah.

“Memang latihan fisik sangat berat, selain itu menyisihkan waktu untuk berlatih itu juga sangat sulit mengingat saya sudah kelas 12,” lanjutnya.

Ia mengaku sangat kecewa karena tidak bisa mengikuti pekan olahraga pelajar nasional dikarenakan tidak ada cabang olahraga gulat.

“Saya sangat kecewa, karena terakhir sebagai pelajar tapi tidak bisa mengikuti pekan olahraga nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMA Negeri 8 Cirebon, Nur Ida mengatakan, pihak sekolah selalu mendukung kegiatan anak yang positif.

“Kita selalu adakan ekstrakurikuler yang dimana siswa dapat mengembangkan potensi sesuai dengan bakatnya masing-masing,” ungkapnya.

Ia menuturkan, jika ada siswa yang berprestasi, pihak sekolah juga ikut memberikan reward kepada siswa yang berprestasi tersebut.

“Selain gulat, kita juga menorehkan prestasi pada cabang olahraga muaytai, tinju, silat itu semua dapat emas di pekan olahraga pelajar Kota Cirebon,” tuturnya.

Untuk latihan sendiri, pihak sekolah memfasilitasi untuk latihan di luar sekolah yang fasilitasnya lebih memadai.

“Kita juga koordinasi dengan pelatih untuk latihannya, yang jelas tidak disekolah untuk hasil yang maksimal,” tutupnya.*(Sakti)

TiketFest