Scroll untuk baca artikel
BeritaCirebon

Ungkapan Orang Tua Siswa SMP di Plumbon yang Tewas Gantung Diri: Sering Bilang Kangen Umi

1235
×

Ungkapan Orang Tua Siswa SMP di Plumbon yang Tewas Gantung Diri: Sering Bilang Kangen Umi

Sebarkan artikel ini
Karwiya (46 tahun) orang tua siswa SMP di Plumbon yang meninggal dunia gantung diri. Dok: Hasan/dialog

CIREBON– Karwiya (46 tahun), orang tua siswa SMP di Plumbon yang tewas gantung diri, menceritakan sikap dan ungkapan anaknya beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri, Jumat (3/11/2023).

Menurut Karwiya, anaknya tersebut sehari sebelumnya mengungkapkan rasa rindu kepada umi (ibunda) yang telah meninggal dunia pada November 2022 lalu.

“Malam jumat kemarin, sebelum tidur ingat umi. Saya bilang kirim doa saja,” ungkap Karwiya di samping jenazah putra semata wayangnya itu.

Ia juga tidak memiliki firasat apapun dan tidak ada tingkah laku yang berubah dari anaknya tersebut. “Tiba tiba ada kejadian itu saya tidak ngerti. Tidak ada perubahan sebelumnya,” ucapnya.

Ia menceritakan, setiap hari anaknya selalu bertanya tentang jalan kehidupan, belum ada perubahan.

“Istri saya sudah meninggal, anak saya pernah berucap mending mati bareng-bareng saja, itu ceritanya seperti itu. Saya tidak menanggapi, hampir setiap hari begitu, setelah cerita lalu biasa lagi main ponsel, begitu,” ucap Karwiya.

Sebelumnya, Siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Plumbon, Kabupaten Cirebon, FF ditemukan tak bernyawa dalam keadaan tergantung pada besi jemuran di dekat pintu kamar rumah keluarganya, Jumat (3/11/2023) sore.

Pihak kepolisian membenarkan adanya kejadian tersebut, Kanit Reskrim Polsek Depok, Polresta Cirebon, Ipda Budi Rahmanto, SH mengatakan, Hari Jumat (3/11/2023) pihaknya mendapat laporan jam 16.30 WIB ada anak meninggal gantung diri.

“Kemudian kami bersama piket fungsi Polsek Depok dan Polresta Cirebon termasuk unit Inafis mendatangi TKP, kami mendatangkan petugas nakes Puskesmas Plumbon untuk mengecek keadaan korban,” ungkapnya ditemui di rumah duka di wilayah Desa Getasan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (4/11/2023).

Saat di TKP, lanjut Kanit, korban ditemukan sudah diturunkan dari tali korban melakukan gantung diri.

“Kami datang ke TKP melihat tanda-tanda fisik gantung diri, ada bekas jeratan di leher, ciri fisik gantung diri itu ada,” katanya.

“Kekerasan tidak ada, jadi dipastikan secara fisik gantung diri,” imbuhnya.

Setelah itu, kata Kanit, pihaknya meminta izin ke keluarga untuk melakukan proses autopsi, tetapi, keluarga, khususnya orang tuanya tidak mengizinkan karena ingin segera dimakamkan.

“Kami minta surat pernyataan menolak untuk dilakukan autopsi, kami langkah selanjutnya meminta keterangan saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut dari pihaknya keluarga maupun warga sekitar,” ungkapnya.*

TiketFest