CIREBON – Salah satu yang menyebabkan konflik di masa Pemilihan Umum (Pemilu) adalah media sosial, dari data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) terjadi penurunan konten hoaks di Pemilu tahun 2024.
Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong.
“Dibandingkan Pemilu 2019, di tahun 2024 ini hoaks Pemilu menurun,” ucapnya dalam keterangan yang dikutip, Senin (26/2/2024).
Ia menjelaskan, data dari Bulan Juli 2018 – Januari 2019 itu jumlah hoaksnya 265 konten. Tetapi di Pemilu 2024 ini dari Juli 2023 – Januari 2024 jumlah hoaksnya sekira 160 konten.
“Ada penurunan, ini hoaks politik, hoaks Pemilu ya, bukan hoaks yang lain-lain,” ucapnya.
Usman mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemantauan sampai tahapan Pemilu ini selesai. “Setiap hari ada saja hoaks yang kami takedown, kami meminta masyarakat menahan diri untuk tidak menyebar atau membuat hoaks, termasuk percaya kepada hoaks. Lakukan lah cek dan ricek, kalau ada informasi yang mencurigakan,” kata Usman.
Pemilu ini, kata Usman, ramainya di media sosial. Ia berharap, mudah-mudahan tidak sampai ke dunia nyata.
“Setiap hari kami memantau, relatif kondisif, bagus. Karena itu, mari kita jaga, mari kita pertahankan,” ujarnya.*(Hasan)











